Mengenal Jenis – jenis Position Sensor serta cara kerjanya

Position sensor merupakan sensor yang mengubah posisi komponen mekanis menjadi sinyal electric sebagai input bagi ECM. Position sensor yang terpasang pada electronic engine bisa berbeda-beda tergantung pada model engine dan system pengijeksiannya. Secara umum sensor- sensor tersebut adalah :

  1. Throttle position sensor
  2. Rack position sensor
  3. Coolant Level Sensor
  4. Timing Sensor

Throttle Position Sensor

throttle position sensor

Throttle position Sensor memberikan informasi engine speed yang diinginkan oleh operator. Sensor ini terhubung dengan machine wirring harness yang kemudian tersambung dengan ECM melalui J1/P1. Sat start up engine, enginme RPM di set pada low idle selama 2 detik untuk memberikan waktu bagi oil pressure naik sebelum engine diakselerasikan.

throttle position sensor

Throttle sensor mendapat tegangan suplay 8 volt dari ECM. Untuk memeriksa kondisi Throttle control system dapat dilakukan dengan emnghubungkan engine dengan ET dan memonitor Throttle position-nya pada layar status screen. Pada ET status screen harus terlihat 0 – 100% throttle position (ini merupakan presentase posisi dan jangan bingung dengan pembacaan duty cycle).Jika terjdai kerusakan pada circuit ini, maka engine hanya bias running LOW IDLE saja.

Sistem ini mwnghilangkan semua mechanical linkage antara operator dengan engine speed control dan governor (ECM).

PWM SIgnal

Pulse With Modulated (PWM) signal outputdikirim dari Throttle position sensor ke ECM. Jika terjadi problem pada signalnya,maka control akan default ke desired engine speed pada LOW IDLE. Jika ECM mendeteksi signal yang out of normal, maka ECM akan mengabaikan Throttle Position sensor signal dan akan default ke LOW IDLE.

Output signalnya merupakan frequensi PWM yang tetap ke ECM. Secara Umum sensor akan menghasilkan Duty Cycle sebesar 10% sampai 22% pada posisi low idle dan 755 sampai 90% pada high idle presentasi duty cycle akan diterjemahkan oleh ECM menjadi Throttle Position dari 0% sampai 100%, yang mana bisa dibaca pada ET status screen. Pada aplikasi yang lain seperti Treck Type Tractor (dengan Decelerator Position Sensor), berbeda untuk nilai PWM untuk low idle dan high idle.

Pada Throttle Position Sensor terbaru,sensor dianggap diluar batas kerja jika (out of calibration) jika duty cycle dibawah 5% dan diatas 95%, kode 91 – 13 akan muncul (sensor calibration). Jika hal ini terjadi maka engine akan tetap pada low idle atau kecepatan turun ke low idle jika duty cycle mencapai 95% dan ECM akan mengeluarkan Fault Code. ECM akan menganggap sensor rusak jika frequensi ayng dihasilkan lebih rendah dari 150 hertz dan lebih tinggi dari 1000 hertz.

Coolant Level Sensor

coolant level sensor

Coolant Level Sensorakan terus menerus memonitor ketinggian level coolant dan mengirim informasi ke ECM. Coolant Level Sensor memiliki bodi logam keras agar tahan lama dan terdapat dudukan straight Thread o-ring yang digunakan untuk menghindari kebocoran.

coolant level sensor

Pada rangkaian coolant level sensor terdapat 4 kabel :

  • Kabel pertama suplay 5 VDC
  • Kabel kedua- Kabel signal coolant level. Saat normal mengirimkan signal 5 VDC ke ECM
  • Kabel ketiga – Ground
  • Kabel keempat – kabel signal low coolant level. Kabel inimengirimkan signal 0 VDC (zero) ke ECM ketika ketinggian coolat turun dibawah ujung sensor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: