Mengenal Jenis – Jenis Pressure Sensor (Sensor Tekanan)

  • Atmospheric
  • Oil
  • Boost
  • Fuel
  • Injection actuation pressure (HEUI)

Oil pressure dan turbocharger pressure sensor mengukur absolute pressure. Oleh karena itu sensor- sensor ini memerlukan atmospheric pressure sensor untuk menghitung gauge pressure. Output dari sensor- sensor tersebut tergantung output atmospheric pressure sensor selama proses kalibrasi.

Calibration dapat dilakukan dengan cara memutar key star switch ke posisi ON selama 5 detik tanpa starting engine, ini akan secara otomatis mengkalibrasi sensor. Cara lainya yaitu menggunakan ET service tool untuk mengkalibrasi sensor.

Atmospheric pressure sensor

Atmospheric pressure sensor

Merupakan absolute pressure sensor yang mengukur udara disekitar ataupun crankcase.Boost pressure dan dan oil pressure diinformasikan menuju service tool melalui datalink.Nilai untuk kedua tekanan tersebut didapatkan dari pengurangan nilai yang terbaca oleh atmospheric pressure sensor.Atmospheric pressure sensor mendapat suplay tegangan 5 VDC dari ECM.

Atmospheric pressure sensor memiliki 5 fungsi utama yaitu :

  1. Automatic altitude convensation
  2. Automatic filter convensation(maksimum derate 20%)jika dilengkapi.
  3. Merupakan bagian untuk melakukan penghitungan pressure untuk pembacaan pressure gauge
  4. Patokan sensor untuk kalibrasi pressure sensor

Pengukuran atmospheric dengan sensor ini menyediakan patokan ketinggian yang bertujuan untuk meng-kompensasi ketinggian secara otomatis.

Keuntungan dari electronic system adalah bahwa engine akan selalu beroperasi pada setting yang benar untuk lokasi semua ketinggian. System akan terus menerus melakukan adjustment kenilai optimum dengan mempertimbangkan ketinggian, sehingga engine tidak akan mengalami low power atau problem terhadap smoke saat mendaki atau turun dengan ketinggian yang berbeda-beda

Oil Pressure Sensor

Oil pressure sensor

Oil pressure sensor merupakan absolute pressure sensor yang digunakan untuk mengukur tekanan oli dalam oil gallery.Tekanan oli diinformasikan dan ditampilkan oleh electronic service tool melalui data link. ECM akan memanfaatkan input sensor ini untuk mengaktifkan parameter engine monitoring sesuai yang deprogram : warning, derate,atau shutdown. Sensor ini mendapat suplay 5VDC dari ECM.

Dua pressure sensor yang digunakan untukuntuk pengukuran oli (gauge) agar dapat dibaca pada instrument cluster yaitu:

  1. Oil pressure sensor
  2. Atmospheric pressure sensor.

Pengukuran ini digunakan sebagai patokan untuk melihat tekanan oli pada ET service tool, Caterpilar Monitoring system dan untuk memperingatkan operator bahwa sedang terjadi kondisi abnormal. Kisaran operasi sensor ini terjadi antara 0 – 690kPa(0 – 100psi) (A).

Catatan:

(A)     :Absolute pressure

(GP)  :Guge pressure

Berikut adalah contoh nilai pengukuran air pressure pada gauge dan nilai tekanan sesungguhnya, yaitu:

  1. Standar air pressure pada sea level 0kPa/psi (GP)
  2. Standar air pressure pada sea level 0kPa (14,7psi) (A)
Pola engine oil pressure

Oil pressure dapat dibaca sebagai absolute atau sebagai gauge pressure menggunakan ET.Engine oil pressure bervariasi tergantung dari engine speed. Selama oil pressure naik melebihi garis atas setelah engine distart dan running pada low idle, ECM akan membaca oil pressure yang cukup. Tidak ada fault terdisplay, dan tidak ada logged event yang di-generate.

Jika engine oil pressure turun dibawah garis yang bawah, maka kejadian berikut ini akan muncul:

  1. Event akan di-generated dan di logged di permanent ECM memory
  2. Warning category 3 (alert indicator, action lamp, dan alarm) akan muncul control monitoring system (CMS)
  3. Engine akan di derate untuk memperingatkan operator
  4. Nilai oil pressure akan bias dibaca pada Caterpilar monitoring system dan ET

Dua garis adalah batasan yang cukup untuk mencegah alarm dan event berkali-kali atau lampu berkedip. Batasan tekanan ini ditunjukan sebagai “Hysteresis”.

Turbo Outlet Pressure Sensor / Boost pressure

Boost pressure sensor

Boost pressure sensor merupakan absolute pressure sensor yang mengukur tekanan inlet manifold. Perbedaan hasil antara pengukuran tekanan inlet manifold dan tekanan yang diukur dengan atmospheric pressure sensor disebut boost pressure. Nilai tekanan ini diinformasikan ke service tool melalui data link. Boost pressure sensor mendapat power 5VDC dari ECM.

Fungsi utama sensor ini adalah untuk mengaktifkan Air/Fuel ratio control (AFRC) yang mempengaruhi kualitas asap, emisi, dan menjaga respon engine selama ber-akselerasi. Sistem pada engine menggunakan boost pressure,atmospheric pressure dan kecepatan engine utuk mengontrol rasio udara/fuel. Engine fuel delivery dibatasi sesuai nilai tekanan outletturbocharger gauge (boost) dan kecepatan engine.

 Pengukuran ini digunakan untuk menentukan:

  1. Automatic alyitude compensation
  2. Automatic oil filter compensation adan restriction indication (jika Dilengkapi)
  3. Pengukuran ET boost
  4. Caterpilar Monitoring Sistem Oil Pressure indication(Pelumasan)
  5. Altitude

Δ pressure = Perbedaan tekanan

Fuel Pressure Sensor

Fuel pressure sensor lainnya yang juga terpasang pada Caterpilar Electronic engine adalah fuel pressure sensor. Sensor ini digunakan untuk memberikan warning kepada operator bahwa ada problem di fuel supply system. Low pressure bisa merupakan hasil yang disebabkan oleh filter yang tersumbat, kerusakan transfer pump, kotoran atau terdapat udara di system Karena adanya kebocoran di sisi suction pompa. Fuel pressure yang rendah bias merupakan salah satu penyebab terjadinya low power dan bias menyebabkan kerusakan pada injector karena erosi/kavitasi. Pembacaan di Fuel Pressure Sensor bisa digunakan untuk melakukan troubleshooting problem low power

Injection Actuation Pressure Sensor

IAP sensor

Pada Engine HEUI sensor Injection Actuation Pressure dipasang pada manifold oli bertekanan tinggi (untuk injection). Manifold oli yang ber tekanan tinggi berisi actuation oil untuk menggerakkan plunger di injector. Sensor IAP digunaka untuk memonitor injection actuatiaon pressure. Sensor IAP akan mengirimkan signal voltage secara terus menerus menuju ECM selanjutnya nilai tegangan tersebut akan di konversikan ke nilai tekanan. ECM mengontrol injection actuation pressure sepanjang waktu dan membandingkan actual tekanan yang terbaca dengan nilai desire actuation pressure.

ECM tidak akan mengaktifkan injector untuk menghidupkan engine jika nilai tekanan yang terbaca dibawah nilai minimal untuk tekanan starting. Nilai minimal untuk tekanan starting berbeda beda pada setiap engine HEUI.Tekanan ini adalah tekanan hydraulic minimal yang diperlukan untuk me-generate fuel pressure yang cukup untuk melebihi nilai nozzle valve opening pressure (VOP).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: