PROSEDUR INSPEKSI KOMPONEN GEAR PUMP

Perhatian dan Catatan Khusus:
Jangan pernah memasang lagi komponen yang sudah tidak sesuai dengan spesifikasi pabrik.
Selalu perbaiki penyebab keausan pompa.
Komponen di dalam hydraulic pump dan motor bekerja untuk menghasilkan flow atau torsi, keefesiensian unit bervariasi, tergantung pada kebocoran yang ada di dalam pompa. Pastikan melakukan test pada semua pompa yang di-rebuild. Buat referensi spesifikasi sesuai dari pabrik

Gambar 1

Gambar 1 menunjukkan body assembly (blind bores) sebelah kiri dan plate assembly through bores) sebelah kanan.

CATATAN:
Semua plate assemblies tidak memiliki gear bores (Lubang gear).

Prosedur Pembersihan (Clean)
Lepas lip seals dan weep hole plugs terlebih dulu. Cuci flanges, plates dan bodies dengan solvent bersih dari minyak tanah. Gunakan brush untuk membuang kotoran. Umumnya, brush tidak dapat menjangkau bagian dalam. Yakinkan bahwa pada flange assemblies tersebut terdapat weep hole plugs, seal drain passages harus bersih.

Buang semua sealant dari seal grooves atau seals tidak akan bekerja dengan baik. Jika sealant tidak bisa dibuang dengan solvent dan brush, gunakan glass beads. [Pakai beads yang 80 – 150 micron (ukuran 10) dengan tekanan udara 550 – 620 kPa (80- 90 psi).

Flanges model lama dilengkapi dengan metallic seal drain valves. Semua flanges model lama harus cocok dengan valves baru, yang terbuat dari bahan Viton (seperti kaca). Akan tetapi sebelum pemasangan seal drain valve baru, steel sleeve harus dipasang pada drain valve passages terlebih dulu.

Permukaan Mounting

Gambar 2

Gambar 2 kiri menunjukkan fretting pada permukaan mounting, yang mengindikasikan bahwa thatthe face mengalami bengkok (bent).

Gunakan kembali jika setelah diukur masih masuk spesifikasi, bandingkan antara kedua area yang diukur yaitu ditengah – tengah dan di dekat lubang baut mounting, dari pengukuran ini akan di ketahui jika permukaan masih bagus atau tidak (Gambar 50, kanan).

Gunakan kembali hanya jika perbedaan antara kedua pengukuran 0.5 mm (0.02 in) atau kurang.

Seal Bore

Gambar 3

Gambar 3 kiri menunjukkan kilauan scratches pada seal bore.

CATATAN:
Kerusakan ini tidak akan membuat kebocoran pada seal case dan bore jika retaining compound 9S3265 digunakan pada sekitar joint di antara seal case dan bore pada saat pemasangan seal baru.

Gambar 3 kanan menunjukkan kerusakan pada seal bore. Gunakan kembali setelah bore dibersihkan dan diperiksa sesuai prosedur yang benar. Lihat pada “Procedure to Salvage Seal Bore”.

Bushing

Bahan perunggu yang digunakan pada bushing mudah keropos (memiliki banyak lubang kecil). Karena itu, pada saat pembuatan lapisan Teflon digunakan untuk menutupi lubang ini. Keausan pada daerah berbeban (antara shaft journal dan bushing) lama lama akan memperlihatkan bagian perunggu. Tapi bushing masih dapat digunakan lagi karena permukaan masih terdapat campuran perunggu dan Teflon. Bagian perunggu juga akan terlihat saat lapisan Teflon pada daerah tidak berbeban dari bushing (sisi pressure port) mulai aus, dan ketika permukaan akan terkikis, bushing masih boleh digunakan lagi.

Gambar 4

Gambar 4 kiri menunjukkan fretting pada diameter luar dari bushing di area seal.

Gambar 4 kanan adalah contoh dari keausan bushing dimana bagian perunggu terlihat diantara lapisan Teflon. Kondisi ini masih dapat digunakan lagi.

Gambar 5

Gambar 5 kiri memperlihatkan scored dan spalled bushing. Jangan digunakan lagi.

Gambar 5 kanan kerusakan Teflon pada diameter dalam dari bushing. Jangan digunakan lagi.

Gambar 6

Gambar 6 mengindikasikan kalau Bushing sudah berlubang. Jangan digunakan lagi.

Periksa lubang bushing dari pembesaran setelah bushing dilepas. Jika lubangnya sudah membesar lebih dari 0.05 mm (0.002 in), jangan digunakan lagi. Lubang bushing yang membesar menandakan kalau gear track (lintasan gear) terlalu dalam; casting ini harus diganti.

Bushing yang terpasang dengan ketebalan yang tidak lebih dari 1.5 mm (0.06 in) dari tepi sampai ke tengah lubang bushing, kearah lubang dowel pin.

Pemasangan bushing baru akan berdampak pada efisiensi pompa. Ini dikarenakan bushing baru akan membuat gear bergerak ke posisi baru dimana ujung gigi pada gear tidak akan lagi bertemu dengan bagian gear yang aus. Hal ini sangat penting sekali untuk selalu melakukan test efisiensi pompa untuk memastikan kalau masih pompa memenuhi spesifikasi.

Gear Track (Lintasan Gear)

Kedalaman maksimum yang diperbolehkan pada gear track untuk body pompa aluminium adalah 0.38 mm (0.015 in) pada sisi low pressure dari pompa. Kedalaman maksimum yang diperbolehkan pada gear track untuk body pompa besi adalah 0.30 mm (0.011 in) pada sisi low pressure dari pompa.

Gambar 7

Gambar 7 kiri memperlihatkan Burr pada ujung gear track. Gunakan kembali setelah burr dibersihkan dengan pisau atau sejenis alat yang tajam. Pengikisan atau keausan yang berangsur angsur pada sisi low pressure dari gear track (Gambar 7, kanan) tidak akan berdampak pada performa, kecuali telah meluas sampai ke sisi high pressure. Kerusakan yang “meluas” akan menyebabkan kehilangan efisiensi dan hanya bisa diketahui setelah melakukan test. Lakukan test pada casting tersebut setelah di-assembly, pastikan hasilnya masih dalam spesifikasi. Pompa dengan kondisi ini akan dioperasikan pada level kebisingan yang lebih tinggi.

Gambar 8

Gambar 8 kiri memperlihatkan lintasan gear pada body pompa besi dengan keausan normal dengan sedikit perubahan warna.

Kerusakan disebabkan material asing di dalam sisi low pressure pada lintasan gear (Gambar 8, kanan) tapi tidak mengurangi performa pompa, kecuali jika meluas sampai ke sisi high pressure. Gunakan kembali, kecuali jika kerusakan itu dapat mengurangi performa pompa, maka lakukan test setelah casting dirakit.

Seal Groove

Gambar 9

Gambar 9 kiri memperlihatkan sealant pada seal groove. Gunakan kembali.
Gambar 9 kanan adalah seal groove yang sudah rusak. Jangan digunakan lagi.

Gambar 10

Gambar 10 kiri memperlihatkan permukaan seal yang rusak. Jangan digunakan lagi.
Gambar 10 kanan menandakan kerusakan yang melintasi area O-ring seal pada permukaan seal. Jangan digunakan lagi.

CATATAN:
Kerusakan serupa yang melintasi O-ring groove dapat menyebabkan kebocoran, begitu juga halnya pada daerah dasar O-ring groove. Komponen yang rusak tersebut jangan dipakai lagi.

Threaded hole (lubang baut)

Gambar 11

Jika baut tidak bisa dikencangkan sesuai spesifikasi, kemungkinan lubang baut telah rusak (Gambar 11, kiri). Adanya potongan logam aluminium pada ulir baut ini menandakan jika lubang baut telah rusak. Gunakan kembali baut ini setelah dibersihkan dengan sikat kawat.

Gambar 11 kanan menunjukkan kerusakan pada lubang baut. Gunakan lagi setelah diperbaiki dengan memasang insert.

Dowel Hole

Gambar 12

Gambar 12 kiri terlihat lubang dowel dapat diraba sudah membesar. Jangan dipakai lagi.

CATATAN:
Jangan digunakan kedua pasangan tersebut.

Gambar 12 kanan terjadi keretakkan (crack) pada casting flange.

Casting Flange

Gambar 13

Gambar 13 kiri terlihat keretakkan (crack) pada casting flange. Jangan digunakan lagi.
Gambar 13 kanan terlihat keretakkan (crack) pada casting flange. Jangan digunakan lagi.

Gear Body

Gambar 14

Gambar 14 kiri terlihat keretakkan (crack) pada tempat gear Jangan digunakan lagi.
Gambar 14 kanan terlihat keretakkan (crack) pada port area seal. Jangan digunakan lagi.

Prosedur untuk Menangani Tempat Seal

Kebanyakan kerusakkan terjadi pada flange, plate, atau body assembly baik masih boleh digunakan lagi atau tidak. Umumnya, komponen masih dapat diperbaiki jika kerusakan tersebut terjadi pada permukaan sekitar tempat seal.

CATATAN
Ikuti arahan pabrik dengan hati-hati dalam penggunaan produk Devcon (atau sejenisnya). Lihat “Cautions and Special Notes (Perhatian dan CATATAN Khusus).”

Prosedur Penanganan

  1. Bersihkan lubang dengan menggunakan kain 180 grit.
Gambar 15
  1. Pastikan lubang benar-benar bersih dan kering dari oli dan kotoran. (Gunakan solvent untuk membuang oli dan biarkan mengering) Lihat gambar 15 kiri.
  2. Jika komponen berada di ruangan dengan temperatur [kira-kira 21°C (70°F)], lapiskan Releasing Agent pada diameter luar tempat seal (Gambar 15, tengah).
  3. Guanakan application pada area yang rusak. Lakukan dengan hati-hati jangan sampai masuk ke seal drain passage.
  4. Pasang seal di dalam lubang. Flange assembly jangan dipasang dulu selama 2 jam. Pastikan lubang bersih dan kering. Lubang Seal siap dipasang (Gambar 15, Kanan).

Gear Shaft

Nama-nama bagian

Gambar 16

Gambar 16 memperlihatkan nama-nama bagian dari gear shaft.

Prosedur Membersihkan

Cuci gear dengan solvent dari minyak tanah yang bersih. Cuci sampai bersih dan berhati-hati agar tidak merusak area bearing. Tidak perlu sampai membuang bagian yang berubah warna pada gear. Ini dikarenakan oli dan masih dapat digunakan.

Prosedur untuk Inspeksi Area Seal pada Shaft

Gambar 17

Gambar 17 kiri memperlihatkan groove pada area seal yang dapat diraba dengan tangan. Gunakan lagi setelah area seal dibersihkan dengan prosedur yang benar.

Karat pada area seal dapat terlihat pada Gambar 17 kanan. Gunakan lagi setelah karat dibersihkan dengan kain 180 grit dan motor oil. (Gunakanlah mesin untuk memutar shaft)

Spline

Gambar 18

Gambar 18 kiri memperlihatkan spline yang sudah terpakai. Gunakan lagi dan lakukan penyetelan saat pemasangan untuk mengurangi keausan.

CATATAN:
Shaft jangan digunakan lagi jika spline telah terpelintir.

Fretting pada spline dapat diraba dengan tangan (Gambar 18, kanan). Jangan digunakan lagi jika fretting melebihi 0.25 – 0.38 mm (0.010 – 0.015 in).

Gambar 19

Gambar 19 kiri memperlihatkan kerusakan ringan pada spline. Ini dapat digunakan lagi.
Gambar 19 kanan memperlihatkan kerusakan berat pada spline. Ini tidak dapat digunakan lagi.

Area Bearing

Gambar 20

Saat melakukan rekondisi bearing, pasang pada mesin pemutar dan gunakan kikir yang pipih dibalut kain untuk menggosok area tooth face (Gambar 20, kiri). Area bearing memperlihatkan keausan karena kontaminasi. Gunakan lagi stelah scratch dibuang dengan kain 400 grit dan motor oil.

Gambar 20 kanan memperlihatkan karat pada area bearing dan tooth face. Gunakan lagi setelah karat dibuang dengankain 400 grit dan motor oil.

CATATAN:
Jika karat telah menyebabkan pitting pada shaft, jangan digunakan lagi.

Tooth Face

Gambar 21

Gambar 21 memperlihatkan scratch pada gear tooth face. Gunakan lagi setelah scratch dan semua burrs dibuang dengan kain 400 grit dan motor oil. (Gunakanlah mesin pemutar dan kikir yang pipih dibalut kain untuk menggosok area tooth face.)

Tooth Profile

Gambar 22

Gambar 22 kiri memperlihatkan kerusakan berat pada tooth profile. Jangan digunakan lagi.

Gambar 22 kanan memperlihatkan keausan pada ujung gigi atau Group 3 dan 4, dan Group 5 dan 8. Keausan normal pada ujung gigi (Lihat tabel 1) untuk spesifikasi keausan pompa. 0.13 – 0.20 mm (0.005 – 0.008 in). Gunakan lagi jika keausan dari ujung kurang dari 0.25 mm (0.010 in).

Gambar 23

Gambar 23 kiri memperlihatkan keausan ringan pada tooth profile. Ini dapat digunakan lagi.
Gambar 23 kanan memperlihatkan keausan berat pada tooth profile. Jangan digunakan lagi.

Gambar 24

Gambar 24 memperlihatkan profile gear teeth dengan keausan berat. Jangan digunakan lagi.

Shaft

Gambar 25

Gambar 25 memperlihatkan kerusakan pada ujung shaft. Ini dapat digunakan lagi.

Prosedur Menangani Shaft – Area Seal

Groove pada area seal yang dapat diraba dengan tangan masih dapat diperbaiki agar
komponen dapat digunakan lagi.

Pressure Plate

Gambar 26

Gambar 26 memperlihatkan adanya carbon (zat arang) pada permukaan perunggu. Gunakan lagi setelah carbon dibuang dengan ultrasonic, tidak bengkok,dan masih tebal.

Tanda kecil pada permukaan perunggu dapat dibuang dengan prosedur seperti “touch lapping.” Untuk touch lap, gunakan kain 180 grit pada permukaan plate yang rata dan kain terasa lembut. Basahi kain dengan solvent bersih (dari minyak tanah) Letakkan permukaan komponen (yang akan di touch lap) pada kain basah tadi, gerakkan komponen pada bagian yang bernomor “8.”

Jika sudah selesai, cucilah komponen dengan solvent yang bersih dan biarkan mengering pada temperatur ruangan.

Gambar 27

Untuk melihat kalau plate itu datar, tempelkan permukaan perunggu dengan berhadapan. Jika 0.18 mm (.007 in) feeler gauge masuk diantara plate, menandakan kalau plate bengkok dan tidak dapat digunakan lagi.

Gambar 27 kanan memperlihatkan scratch pada pressure plate. Gunakan lagi.

Gambar 28

Gambar 28 memperlihatkan goresan pada pressure plate. Gunakan lagi jika goresan dapat dihilangkan dengan touch lapping dan jika ketebalan plate masih bagus.

Gambar 28 kanan memperlihatkan pengikisan dekat pressure equalization chamfer. Gunakan lagi.

Gambar 29

Gambar 29 memperlihatkan smearing (corengan) pada permukaan perunggu. Gunakan lagi setelah smearing dibuang dengan touch lapping.

Gambar 29 kanan memperlihatkan pitting (berlubang) pada pressure plate. Gunakan lagi jika ketebalan plate masih bagus.

Prosedur Pembersihan

Bersihkan part-part tambahan, seperti bushing support, coupling, isolation plates dan support ring, dengan solvent bersih dari minyak tanah.

Coupling

Gambar 30

Gambar 30 kiri memperlihatkan kerusakan coupling. Gunakan lagi jika lebih dari 75% dari panjang masing – masing spline kondisinya masih bagus.

Gambar 30 memperlihatkan keausan pada permukaan gear dari bushing support (ukur ketebalan). Gunakan lagi setelah keausan di touch lapping dan jika ketebalan part masih bagus.

Isolation Plate

Gambar 31

Gambar 31 kiri memperlihatkan ujung isolation plate patah. Jangan digunakan lagi.
Gambar 31 kanan memperlihatkan isolation plate rusak saat pemasangan. Jangan digunakan lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: