PROSEDUR PEMBONGKARAN DAN PEMASANGAN STARTING MOTOR

Catatan:

TORX driver set dibutuhkan untuk membongkar dan memasang kebanyakan dari motor starter.

Catatan:

37-MT dan 41-MT (12V dan 24V) mirip. Pembongkaran dan pemasangan yang mengijinkan motor starter 24V 37-MT.

PROSEDUR PEMBONGKARAN

Dimulai dari: Mengeluarkan motor starter

  • Memutuskan dan mengeluarkan wire shunt assembly (4) dan konektor terminal motor ‘MTR’ (3) dari solenoid (1) dan motor starter
  • Keluarkan plug (5) dan seal dari housing shift lever. Mur menahan plunger ke shift lever.
  • Keluarkan baut (2) dan solenoid (1) dari housing shift lever. Jangan membongkar solenoid. Bagian dalam solenoid tidak bisa diperbaiki.
  • Tandai komponen untuk pemasangan yang benar: housing belakang (8), pinion drive, housing shift lever, dan housing starting motor. Keluarkan 4 baut (7) dan housing belakang (8). Keluarkan washer (9) dari armatur. Keluarkan seal O-ring dari housing motor starter, jika diperlukan.
  • Keluarkan bushing (10) dari housing belakang, jika diperlukan.
  • Angkat tiap-tiap brush spring (12) dan pasang spring pada sisi kiri dari brush (14). Lepaskan 3 lead (11) dan keluarkan brush holder (13).
  • Keluarkan brush (14) dari brush holder.
  • Keluarkan 6 baut (16) dan pinion drive housing (15)
  • Keluarkan busing (17) dari pinion drive housing, jika diperlukan.
  • Drive retainer (18) kebelakang dari ring (20) yang di bawah retainer. Keluarkan ring dan retainer. Keluarkan armature (19) dari pinion drive (21) dan motor starter dan housing shift lever (23). Keluarkan washer (22) dari armatur (19).
Catatan:

Pinion drive pada motor starter 41-MT tidak sama dengan pinion drive yang ditampilkan. Pinion drive mirip starter motor 42-MT. Mengacu ke pembongkaran dan pemasangan , ‘Starting Motor – Disassemble’

  • Keluarkan pinion drive (21) dari garpu shift lever (25).
  • Keluarkan 5 bolt (26) dan housing shift lever (23). Keluarkan ring (24) dengan tool (A), pin (27), dan shift lever (25). Keluarkan seal dari pin, jika diperlukan.
  • Keluarkan seal O-ring dari housing shift lever, jika diperlukan.
  • Keluarkan seal (29) dan bushing (28) dari housing shift lever, jika diperlukan.
  • Keluarkan 8 screw (32), koil kumparan medan (30), dan sepatu kutub (31) dari housing starting motor starter. Ini mungkin diperlukan untuk menggunakan impact driver untuk mengeluarkan screw (32). Salah satu dari screw adalah terminal negatif.
  • Bersihkan armature, koil kumparan medan, dan pinion drive dengan mineral spirit dan sebuah brush.
Catatan:

Jika komutator kotor, komutator mungkin dibersihkan dengan amplas nomor 00. Jangan gunakan amplas.

PROSEDUR PEMASANGAN

  • Lumasi oli SAE 20W ke semua busing, seal, dan oil wick (sumbu oli).
  • Pasang koil kumparan medan (30) dan sepatu kutub (31) pada posisi housing motor starter. Pasang Thread Lock Coumpound 9S-3263 pada ulir screw (32). Kencangkan pada torsi 20.3 ± 2.3 Nm (179.7 ± 20.4 lb.in).
  • Pasang bushing (28) dan seal (29) ke dalam housing shift lever. Gunakan tool group (B).
  • Pasang O-ring pada housing shift lever (22).
  • Pasang seal pada pin (26). Tahan shift lever (24). Pasang ring (23) dengan tool (A).
  • Pasang housing shift lever (22) pada posisi di housing motor starter. Pasang baut (26) dan kencangkan baut (26) dengan torsi 18.9 ± 2.6 Nm (167.3 ± 23.0 lb.in)
  • Berikan grease Molybdenum 5P-0960 pada area busing armature. Jangan berikan grease pada inti armature atau komutator. Pasang washer (22) pada armature (19). Tempatkan armature (19) ke dalam housing motor starter. Tahan pinion drive (21) pada garpu shift lever dan masukkan armature (18) melalui housing shift dan pinion drive.
Catatan:

Pinion drive pada starter motor 41-MT tidak sama dengan pinion drive yang ditampilkan. Pinion drive mirip motor starter 42-MT. Mengacu ke pembongkaran dan pemasangan, ‘Starting Motor – Assemble’

  • Pasang retainer (18) pada shaft armature (19). Pasang ring (20) ke dalam groove dan paksa retainer (18) di atas ring (20) supaya mengunci ring dalam posisinya.
  • Pasang bushing (17) ke dalam housing pinion drive dengan tool group (B).
  • Pasang housing pinion drive (14) di posisi pada housing shift lever. Pasang baut (16) dan kencangkan baut dengan torsi 23.7 ± 6.1 Nm (209.8 ± 54.0 lb.in).
  • Pasang brush (14) pada brush holder (13). Kencangkan screw dengan torsi 2.9 ± 1.0 Nm (25.7 ± 8.9 lb.in).
  • Pasang brush holder di posisi pada housing motor starter. Hubungkan 3 lead (10). Kencangkan screw dengan torsi 2.9 ± 1.0 Nm (25.7 ± 8.9 lb.in). Dorong brush melawan komutator lalu spring brush yang ada di atas brush.
  • Pasang bushing (10) ke dalam sisi belakang dari housing dengan tool group (B).
  • Pasang seal O-ring pada belakang dari housing motor starter. Pasang washer (9) pada bagian belakang dari armature. Pasang housing belakang (8) di posisi pada housing motor starter. Pasang baut (7) dan kencangkan dengan torsi 5.7 ± 1.1 Nm (50.4 ± 9.7 lb.in).
  • Pasang seal O-ring pada housing shift lever. Pasang solenoid (1) di posisi pada shift housing. Pastikan bahwa ujung dari plunger dimasukkan ke dalam shift lever.
  • Pasang 3 baut (2) dan kencangkan baut dengan torsi 14.1 (124.8 lb.in) hingga 21.5 Nm (190.3 lb.in).
  • Hubungkan terminal motor ‘MTR’ (3) ke housing motor starter. Tahan terminal dengan T40 TORX wrench. Kencangkan mur pada terminal solenoid motor dengan torsi 14.7 ± 3.4 Nm (130.1 ± 30.1 lb.in). Kencangkan baut terminal motor 9.6 ± 1.1 Nm (85.0 ± 9.7 lb.in).
  • Hubungkan shunt wire assembly (4) ke solenoid (1) dan ke motor starter. Kencangkan mur shunt wire assembly dengan torsi 2.6 ± 0.8 Nm (23.0 ± 7.1 lb.in).
  • Pasang mur (6) untuk plunger. Plunger harus diatur untuk clearance (celah) pinion yang tepat.
  • Periksa celah pinion. Mengacu ke Testing dan Adjusting’ ‘Pinion Clearance Adjustment’ untuk prosedur pengaturan yang tepat
  • Pasang plug (5) dan seal ke housing shift lever.
  • Terakhir, pasang starter motor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: