Mengenal Jenis – jenis Speed Sensor

Untuk melakukan pembacaan speed atau kecepatan, ECM membutuhkan signal berupa frequency,maka sensor yang memberikan signal ini dikategorikan dalam frequency sensor. Electronic control menggunakan tipe frequency yang bervariasi. Sensor tipe ini digolongkan menjadi 2 bagian,yaitu:

  1. Magnetic Sensor, merupakan pasif sensor dan jenisnya adalah:
    • Magnetic pick-up (MPU)
    • Passive Speed Timing sensor,yang terbagi 2 yaitu:
      1. Low Speed (<600 RPM), contohnya crank speed timing sensor
      2. High speed (<600 RPM), contohnya cam speed timing sensor.
  2. Hall Effect Sensor, merupakan aktif sensor yang jenisnya adalah:
    • Untuk mengukur speed dan timing, contohnya engine speed sensor (ESS)
    • Hanya untuk mengukur speed, contohnya transmission Output Speed Sensor (TOS)

Speed/ Timing Sensor

Speed Timing Sensor

Terlihat dalam gambar diatas adalah speed/ timing sensor 12,5 VDC dari bahan kuningan

yang digunakan pada 3176 “fat” ECM,sedangkan 13,5 VDC (bawah)dari bahan alumunium digunakan pada ADEM II engine ECM. Engine speed/timing sensor digunakan untuk menentukan engine speed dan fuel injection timing. Sensor mendeteksi informasi ini dari gear yang dipasang pada camshaft. Kalibrasi timing dilakukan dengan menghubungkan magnetic sensor. Sensor dihubungkan melalui rangkaian vehicle speed dan merasakan gerakan crankshaft.

Caterpilar menggunakan engine speed/timing sensor, baik aktif maupun pasif.

  • Aktif:

3176 dan 3500 (semua “fat” ECM) 12,5 VDC, kuningan

C – 10, C – 12, 3406 E, 3500 B, 3400 HEUI 13,2 V steel alloy.

  • Pasif:

1998 3126B HEUI

1998 C – 10, C – 12, 3406E

ADEM II 3126

Semua ADEM III

Pola gigi yang unik pada camshaft drive gear memungkinkan ECM untuk menentukan posisi camshaft dan kecepatan engine. Gear cam mempunyai 24 gigi . 21 gear gigi dengan besar/lebar dan 3 lainnya dengan gear kecil. Ketika ECM sudah mengetahui posisi cylinder no satu, maka urutan firing order dapat ditentukan.

Aktif Engine speed/Timing sensor

Engine speed/timing sensor

Engine speed/ timing sensor mempunyai bodi alumunium segi 6 yang kokoh. Konstruksi tersebut terdapat dudukan straight thread o- ring untuk mencegah kebocoran, sebagai tambahannya dilengkapi dengan deutch conector untuk pengoperasian yang mudah g=dan bebas masalah.

Engine speed / timing sensor & timing gear

Gambar di atas memperlihatkan gear camshaft/timing. Gear camshaft merupakan timing wheel yang digunakan sebagai referensi timing dengan bentuk gigi-gigi yang special untuk mendapatkan signal speed/timing. Sensor ini mengirimkan signal pulsa ke ECM , setiap m,elalui gigi tersebnut. ECM menghitung pulsa untuk menentukan kecepatan engine dan merekam bentuk pulsa dan membandingkannay dengan yang standar untuk menentukan posisi crankshaft.

Plunger “slip-head (kepala yang dapat digeser)” pada salah satu ujung sensor digunakan saat pemasangan. Slip-Head harus ditarik keluar untuk mendapatkan keakuratan signal speed/timing yang benar.

Jika sensor dilepas dan slip-head harus ditarik kembali.Pastikan sliphead yang telah ditarik, saat dipasang tidak masuk kedalam slot antar gigi tapi di bagian atas roda gigi.Akan terjadi kerusakan slip-head atau engine jika prosedur itu tidak diikuti.

Engine speed/timing sensor & Timing gear

Gambar di atas memperlihatkan skema kabel pada sensor baik single maupun double.Engine Speed/ timing sensor merupakan salah satu komponen elektronik yang mempengaruhi engine bisa starting.Pada engine 3412 E terdapat dua Speed/timing sensor yang terpasang.

Speed/Timming sensor memiliki 4 fungsi dalam system:

  1. Pengukuran engine speed
  2. Pengukuran engine timing
  3. Identifikasi lokasi TDC dan nomor cylinder
  4. Mencegah reverse rotation
Konfigurasi speed/timing sensor

Konvigurasi C-10 dan 3176terlihat sama, kecuali housing yang lebih bulat. Jika hanya satu sensor (truck), berarti hanya satu sisi (disebelah kiri seperti yang terlihat) dan merupakan primary sensor. Jika terdapat dua sensor,sebelah kiri sebagai primary sensor dan sensor lain bekerja sebagai back- up. Masing masing mempunyai kode fault yang berbeda.

Pasif Engine speed / Timing sensor

Pasif speed/timing sensore

Terdapat dua pasif /speed timing sensor:

  • #1 sensor crank
  • #2 sensor cam
  • Jika salah satu rusak makasensor yang lain akan mengambil alih tugasnya.

Terdapat 2 Pasif speed/timing sensor yang digunakan pada ADEM 2000. Selama engine beroperasi dengan normal, signal speed/timing dibaca dari sensor crank. Jika signal crankshaft position intermittent atau hilang, ECM akan menggunakan Camsaft Position Sensor untuk menentukan kecepatan engine. Check engine lamp tidak akan dinyalakan untuk kode ini kecuali kode telah aktif 10 jam dan di- LOG oleh ECM.

Jika signal Camshaft Position sensor intermittent atau hilang, engine akan misfire atau engine dapat hidup dengan kasar selama starting. Check engine lamp belum menyala pada kode ini kecuali aktif selama 10 jam dan di LOG. Terkadang respon pergantian referensi tidak terlihat dan tidak ada pemberitahuan kecuali signal crankshaft position sensor hilang. Engine akan shutdown jika kedua signal dari crankshaft dan camshaft position hilang.

Konstruksi speed/timing sensor

Dua sensor diatas memiliki jumlah lilitan yang berbeda. Sensor dengan jumlah lilitan lebih banyak (hambatan lebih besar) akan lebih sensitive terhadap kecepatan rendah yang biasa digunakan saat cranking. Sedangkan sensor yang satunya memiliki hambatan lebih rendah akan lebih akurat pada kecepatan tinggi(hidup). Sensor yang memiliki banyak lilitan merupakan back up sensor(diutamakan saat starting awal).

Untuk mencegah sensor tertukar, maka sensor tersebut dibuat satu set dengan bracket. Tipe pasif sensor ini berbeda dengan aktif Speed/ Timing sensor, sensor ini mempunyai air gap.Sensor ini tidak secara langsung bersentuhan dengan timing wheel dan berputar dengan clearance tertentu dan tidak diperlukan adjustment.

Pasif speed/timing sensor & pola gear

Pola gigi-gigi yang unik pada gear cam memungkinkan sensormengambil signal speed/ timing. Gear tersebut terdapat 24 gigi dengan jarak 15 dan terdapat satu tambahan gigi pada gear untuk referensi cylinder nomor 1. Kedua sensr dipasang terpisah sejauh 22,5 derajat.

Jika kedua speed sensor mengalami kerusakan, maka engine akan mati. Sensornya sendiri dicek dengan caramelakukan cranking terhadap engine sambil meng- Observasi engine RPM pada ET status screen. Kalau terjadi kerusakan pada sensor maka akan ditunjukan aktif fault pada layar status. Sementara kerusakan akibat intermittent akan ditunjukan di logged fault screen.

Vehicle Speed Sensor

vehicle speed sensor

OEM menggunakan beberapa merk berbeda untuk VSS. Vehicle speed sensor adalah sebuah electromagnetic pickup sensor ysng mrngukur kecepatan vehicle. Sensor ini mengukur kecepatan vehicle dengan mengukur putaran gigi-gigi gear yang terdapat pada drive train (transmission) vehicle. Magnetic Pickup pada sensor membangkitkan pulsa saat gigi gear melintas slip- head sensor. Impendasi (hambatan) sensor bervariasi mrnurut desain manufactur.

Pada Caterpilar Electronic Troubleshooting Guides biasanya menunjukan VSS memiliki hambatan 100 – 1500 ohm.Namun ada beberapa hambatan sensor mencapai 5000 ohm.Untuk spesifikasi lebih detail, dapat menghubungi Original Equipment Manufacturer (OEM) terkait.Sensor tidak dapat diganti tanpa mengetahui terlebih dahulu nilai tahanan yang sesuai.

Terdapat beberapa alas an kekeliruan signal kecepatan vehicle, yaitu:

  • Sensor terasang tidak benar, terlalu dekat pada shaft/ gear output transmisi. Umumnya 0,040” .
  • Resonansi rangka yang menyebabkan shaft output transmisi bergetar
  • Gangguan electrical –sirkuit vehicle atau gangguan luar berpengaruh terhadap kabel signal sensor. Hal penting yang perlu dilakukan adalah pastikan kabel seperti yang ditunjukan dalam schematic electric.
  • Jika roda gigi hilang/halus/rusak, mak akan menunjukan nilai kecepatan vehicle yang salah.

Baca tampilan status dan amati rangkaian sensor tersebut untuk melihat apa yang terjadi. Jika sensor tidak dipasang dan pembacaan masih salah,kemungkinan disebabkan masalah kabel. Lepaskan aliran signal pada ECM  untuk memastikan kecepatan vehicle terbaca 0 dengan kabel signal dilepas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: