Mengenal Jenis – jenis Temperature Sensor serta aplikasinya

Temperature sensor

Sensor temperature berfungsi untuk mengukur perubahan temperature pada system dan mengubah informasi tersebut menjadi signal listrik sehingga dapat dibaca oleh ECM.

Sensor temperature yang digunakan pada electronic engine caterpillar terdiri dari dua tipe:

  1. Active sensor

Terdiri dari 3 kabel yaitu supply voltage, ground, dan signal voltage. Ketiga kabel ini memiliki karateristik yang sama dengan pressure sensor seperti yang telah dijelaskan diatas.

  • Passive Sensor

Passive sensor hanya memiliki 2 kabel.Prinsip kerjanya adalah perubahan tahanan setiap terjadi perubahan temperature. ECM akan menentukan kondisi sensor OPEN atau CLOSE dengan memonitor nilai tahanan:

  1. Jika SHORT maka nilai tahanan mendekati nol
  2. Jika OPEN maka nilai tahanan akan sangat tinggi (tidak terhingga).

Penunjukan pada layar status adalah langkah dasar yang dapat digunakan untuk melakukan pengecekan kabel atau sensor.Jika sensor tidak terhubung dengan benar, layar status dapat membantu memberikan indikasi adanya problem. Sat kondisi engine dingin, temperature sensor akan membaca temperature udara sekitar.

Temperature sensors

  • Coolant Temperature
  • Intake Air Temperature
  • Fuel Temperature
  • Oil temperature
  • Exhaust temperature

Temperature sensor menyediakan informasi/input nilai temperature ke ECM.ECM memanfaatkan bermacam-macam informasi temperature untuk mengatur fuel rate dan melindungi engine.

Coolant Temperature Sensor (Water Temperature Sensor)

Coolant temperature sensor

Coolant Temperature Sensor atau Water Temperature Sensor biasanya disebut juga dengan sensor temperatur air radiator oleh orang awam.

Aktif coolant temperature sensor pada ADEM II mendapat tegangan suplay 5 VDC, dibuat dengan bodi kuningan yang kokoh agar tidak mudah bermasalah. Penggunaannya pada 3176B, 3406 E,C10 dan C12.

Fungsi Coolant temperature sensor (water temperature sensor) adalah memberikan signal temperature menuju ECM berguna bagi ECM untuk mengaktifkan beberapa fungsi berikut ini:

  1. Caterpilar Monitoring system coolant temperature display
  2. ET coolant temperature display
  3. High coolan temperature event logged
  4. Engine Warning/Derate (tergantung pemilihan parameter).
  5. Demand control fan (bila ada).
  6. Air intake Heater and Ether aid operation
  7. Back up untuk Hydraulic oil temperature sensor untuk HEUI system
  8. Engine Cold Mode.

Intake Air Temperature Sensor

Intake air temperature sensor

Air Inlet Temperature Sensor pada ADEM II mendapat suplay tegangan 5 VDC. ECM memonitor temperature udara masuk secara kontinyu dan bersama0sama dengan data yang lain digunakan untuk mengatur injection timming dan fungsi kinerja lainnya. Body carbon Fiber mencegah Temperature Engine yang lebih tinggi mempengaruhi pembacaan temperature udara masuk.

Fungsi Intake air temperature sensor yaitu:

  1. Memberikan informasi udara yang masuk untuk Men-Generate tanda peringatan untuk mencegah temperature intake yang terlalu tinggi karenadapat merusak engine. Temperature udara masuk yang tinggi akan membuat temperature exhaust menjadi sangat tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan pada komponen exhaust system seperti Turbocharger dan valve.
  2. Sensor ini berkaitan dengan Coolant Temperature Sensor, juga digunakan untuk menentukan kebutuhan air intake heater dan/ether operation untuk starting engine. Fitur ini akan membantu starting pada kondisi dingin dan mengurangi asap putih setelah start up.

Fuel Temperature Sensor

Fuel temperature sensor

Fuel Temperature sensor memonitor temperature bahan bakar yang digunakan sebagai input bagi ECM untuk melakukan:

  • Pengaturan fuel rate untuk mengkompensasi perubahan fuel temperature
  • Penyetelan fuel rate supaya tenaga yang dihasilkan dapat terjaga
  • Mengingatkan operator jika fuel temperature terlalu tinggi dengan mengeluarkan diagnostic Event Code.

Hal ini dilakukan Karena jika temperature bahan bakar sudah sangat tinggi,maka penyetelan fuel rate tidak dapat dilakukan dan akan berpengaruh pada tenaga engine. Electronic Service tool dapat digunakan sementara untuk menon-aktifkan penyetelan fuel temperature ketika diperlukan pada saat pemeriksaan engine pada dynamometer yang memiliki fuel temperature compensation.

Oil Temperature Sensor

Pada beberapa engine HEUI seperti C-9 terdapat dua hydraulic (engine) oil temperature sensor yang digunakan oleh ECM untuk mengkompensasi nilai fuel injector timming dan nilai fuel delivery karena pengaruh fuel temperature. Proses kompensasi ini menghasilkan operasi engine yang konsisten dengan kondisi operasi yang berubah-ubah.

Tanpa oil temperature yang termonitor, perubahan viscositas yang dikarenakan perubahan temperature oli akan menyebabkan bermacam performance engine yang tidak bisa diterima/tidak sesuai spesifikasi (termasuk emisi gas buang) Variable tming ini sering disebut “SOLSOI” singkatan dari “Start Of Logic Start Of Injection”. Timing pengukuran ini ditunda antara signal yang meninggalkan ECM dan proses delivery injector ke dalam cylinder.

Ditambah pula dengan dua oil grade plug yang terpasang di wiring harness digunakan untuk memilih oil grade yang dipakai di engine tersebut.  Viscositas oli dapat mempengaruhi injector timing pada engine C-9. Dalam ECM perlu diprogram viscositasoli yang digunakan. Cara memprogramnya yaitu dengan menggunakan oil gradeplug pada sisi belakang kiri engine.

Dua jenis Viscositas oli, 10W30 dan 15W40 dapat dipilih dengan menggunakan plug.Pada kebanyakan engine hanya menggunakan 2 plug, 0W20 oil grade hanya dapat dipilih dengan menggunakan exstra plug. Plug tersebut tersedia dalam sebuah kit. 0W20 oil grade hanya akan digunakan pada kondisi dingin dan extreme. Pemilihan Oil grade sesungguhnya bias dibaca dengan ET status screen.

Exhaust Temperature Sensor

Exhaust temperature Sensor dapat terpasang pada sebagian engine seperti 3500 series yang berfungsi untuk memonitor temperature exhaust. Exhaust temperature yang sangat tinggi akan berdampak besar pada komponen cylinder head dan turbo, oleh karena itu pada saat dirasakan temperature exhaust terlalu tinggi (Excessive) maka ECM akan memberikan peringatan ke operator dengan menampilkan Diagnostic Event Code.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: