TURBOCHARGER

VOLUMETRIC EFFICIENCY

Terdapat berbagai cara untuk menaikkan output engine. Output engine, untuk ukuran cylinder engine yang diberikan, ditentukan oleh jumlah percampuran fuel yang terbakar selama tiap langkah pembakaran. Karenanya, metode paling efektif dalam menaikkan output engine adalah mendapatkan pencampuran fuel/udara yang lebih banyak ke dalam cylinder. Cara paling efektif dalam mencapai hal ini adalah dengan memberikan tekanan positif, atau memaksa udara memasuki ruang bakar. Hal ini dicapai dengan turbocharging atau supercharging, yang menaikkan volumetric efficiency dari engine.

Volumetric efficiency ditetapkan dengan rumus berikut.

Engine diesel yang dirancang dengan baik, naturally aspirated, empat-langkah, overhead valve memiliki volumetric efficiency sekitar 85%.

Engine diesel dengan turbocharger atau supercharger memiliki volumetric efficiency sekitar 130%.

Dengan kata lain, turbocharging atau supercharging memberikan tenaga output lebih besar dari engine yang lebih kecil. Keuntungan lainnya adalah meningkatkan fuel efficiency, pembakaran yang lebih lengkap dan pengurangan dalam menghasilkan polutan.

Komponen-komponen

Sistem air induction dan exhaust mengandung komponen-komponen berikut, sebagai tambahan terhadap pipework: pre-cleaner.

  1. Precleaner
  2. Air cleaner
  3. Turbocharger
  4. Intake manifold
  5. After-cooler
  6. Exhaust manifold
  7. Muffler
  8. Exhaust stack.

FUNGSI TURBOCHARGER

Turbocharger rmemiliki dua fungsi:

  1. Menormalkan suplai udara
  2. Menaikkan suplai udara ke engine.

Menormalkan berarti menjaga suplai udara tetap normal untuk engine naturally aspirated pada permukaan laut. Saat engine beroperasi pada ketinggian di atas permukaan laut, kerapatan udara menjadi berkurang dan turbocharger dibutuhkan untuk mensuplai udara tipis lebih banyak. Jika normalisasi tidak dijaga, fuel setting harus dikurangi saat kerapatan udara berkurang untuk menghindari over-fuel. Normalisasi memungkinkan engine untuk menghasilkan horsepower yang dirancangkan padanya melebihi batas ketinggian yang lebih.

Beberapa turbocharger memilliki apa yang disebut waste gate, yang memungkinkan gas exhaust melintasi sekitar turbocharger saat boost mencapai tekanan tertentu. Hal ini memungkinkan engine untuk beroperasi pada bermacam ketinggian dan tetap stabil, suplai udara yang dinormalkan.

Tekhnisi harus menyadari bahwa saat turbocharger mampu mengumpulkan udara tipis pada ketinggian yang lebih tinggi untuk memberikan suplai oksigen normal dan tenaga normal, kecepatan turbocharger yang lebih tinggi dibutuhkan untuk melakukan hal tersebut. Untuk operasi di atas sekitar 2.100 meter (7.000 kaki) mengurangi rating (de-rating) fuel sering disarankan untuk menghindari overspeed turbocharger.

Tambahan, keuntungan menggunakan turbocharger termasuk exhaust yang lebih pelan, pembakaran yang lebih baik, dan emisi yang lebih bersih. Fungsi ke dua dari turbocharger adalah menaikkan suplai udara untuk memberikan engine lebih dari oksigen normal. Hal ini memungkinkan kenaikan setting fuel dan tetap memberikan pembakaran yang lebih baik dan exhaust yang lebih pelan. Pembakaran yang lebih baik berarti bukan cuma fuel economy yang lebih baik, tetapi juga emisi exhaust yang lebih bersih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: