VALVE

Menservis Valve

Bersihkan valve dan polish stem-nya dengan kain yang lembut. Gunakan glass bead untuk melepas tumpukan karbon dari fillet, face dan valve head, tetapi jangan gunakan pada stem karena dapat memancing keausan pada valve guide. Periksa valve apakah masih bisa digunakan. Jika valve cupped (dished), retak, berlubang, atau terbakar, valve harus diganti. Saat margin valve lebih kecil dari spesifikasi, valve tidak bisa dipotong lagi, karena itu harus diganti. Periksa valve dengan magnaflux, khususnya jika valve terdiri atas dua jenis logam, untuk melihat cacat yang tersembunyi. Jika valve stem memiliki torehan (nick), berlubang, atau tanda lecet, atau keeper (retainer) groove rusak, valve harus diganti. Jika ujung valve stem aus secara berlebihan, valve harus diganti karena bagian yang dikeraskan tidak ada lagi.

Ukur diameter valve stem pada bermacam-macam titik sepanjang persentuhan dengan permukaan guide. Rata-rata keausan maksimum yang dibolehkan adalah 0,001 in (0,025 mm).

Gambar di atas menunjukkan pengukuran kelurusan valve stem menggunakan runout indicator. Valve harus diganti jika kebengkokan melebihi 0,002 in (0,05 mm).

Menggerinda Valve

Periksa kondisi valve grinder, apakah layak digunakan. Pastikan memeriksa semua kondisi valve grinder sebelum mulai menggerinda valve. Periksa juga alat pelindungnya.

Pilih batu gerinda yang tepat untuk valve yang akan diratakan. Pilih pendingin yang tepat dan pasang diamond dressing tool.

PERINGATAN:

Jangan menggunakan air atau larutan oli saat menggerinda valve dengan sodium fillet. Gunakan minyak tanah. Minyak tanah tidak akan meledak jika bercampur dengan sodium.

Hidupkan pendingin dan perlahan-lahan gerakkan diamond maju mundur terhadap batu. Untuk menghindari hasil yang kasar, hindari memotong terlalu dalam atau menggerakkannya terlalu cepat.

Setelah menghaluskan batu, lepaskan diamond tool dan setel sudut gesekan ke derajat yang dibutuhkan. Atur stopper sehingga valve stem tidak bisa bersentuhan dengan batu gerinda. Jika valve tidak bisa terpusat dalam batas runout, atau jika valve head melengkung (warped), berarti stem bengkok, atau stem aus melebihi spesifikasi, valve harus diganti karena margin tidak akan rata setelah digerinda. Hal ini dapat mengakibatkan suhu yang tidak rata pada valve head  dan kerusaakn dini pada valve.

Potong valve face dengan halus untuk meyakinkan valve bisa diratakan. Menggerinda dapat mengangkat terlalu banyak permukaan dan margin dapat kurang dari setengah lebar aslinya. Pemeriksaan terhadap ini juga dapat menunjukkan kelengkungan (warpage) valve head yang tidak terlihat sebelumnya.

Untuk menghindari valve overheating, lakukan potongan ringan, gerakkan valve perlahan-lahan melintasi seluruh permukaan batu, dan berikan cutting oil dengan banyak. Jika permukaan valve face sudah halus dan tidak berlubang lagi, periksa margin-nya. Jika jumlah yang dibuang lebih banyak dari yang diharapkan, margin kemungkinan akan terlalu kecil dan/atau valve head akan lebih rendah dari spesifikasi maksimum di cylinder head.

CATATAN:

Jangan gerakkan valve face melebihi batu selama menggerinda. Hal ini akan menyebabkan batu beralur dan pemukaan gerindanya akan membulat. Hati-hati juga agar tidak merusak area valve fillet.

Terkadang diperlukan juga untuk meratakan ulang permukaan batu, untuk menjaga kehalusan, kerataan permukaan, dan sudut potongan valve seat yang seragam, selama menggerinda sebuah valve. Kebutuhan ini akan meningkat karena beat scale pada valve atau karena batu gerinda tidak cocok terhadap kekerasan valve.

CATATAN:

            Pastikan saat memakai ulang valve untuk menempatkannya pada guide asalnya.

Setelah semua valve telah diratakan, servis ujung valve stem menggunakan alat tambahan untuk menyangga dan menahan valve pada posisinya. Putar micrometer feed hingga ujung valve stem bersentuhan dengan batu. Posisikan aliran pendingin ke ujung valve stem dan hidupkan motor grinding wheel. Putar micrometer feed perlahan-lahan ke batu untuk memastikan potongan permukaan yang baik. Catat jumlah logam yang telah dipotong sehingga tidak terpotong melebihi spesifikasi (sekitar 0,015 in (0,38mm)) dan dengan demikian tidak akan menghilangkan permukaan yang dikeraskan dan memicu keausan.

Jika semua ujung stem telah diratakan, terkadang perlu untuk membentuk chamfer baru. Jangan menggerinda chamfer yang terlalu besar karena dapat mengurangi area kontak ujung stem dan dapat merusak permukaan rocker arm dengan cepat.

Pemeriksaan Akhir Valve

Setelah membentuk face baru dan membersihkan semua valve, periksa margin-nya. Periksa valve face pada runout indicator. Runout valve face tidak boleh melebihi 0,001 in (0,0025 mm). Jika berlebih, periksa kondisi valve refacer secara keseluruhan; mungkin perlu untuk dibersihklan atau diperbaiki. Periksa dan ukur ulang valve stem untuk memastikan jika valve stem adalah penyebab runout yang tinggi.

 CATATAN:

Valve baru juga perlu diperiksa, diukur, dan dipotong ulang jika rusak saat pengiriman atau penanganannya.

Valve Seat Insert

Valve seat insert adalah sebuah cincin logam yang terletak di dalam cylinder head untuk meningkatkan umur pakai valve dan valve seat. Terbuat dari campuran besi tuang agar cocok untuk bermacam kondisi operasional. Campurannya dapat berupa besi tuang biasa dengan sejumlah normal karbon, silicon, fosfor dan sulfur, atau campuran besi tuang dengan elemen tambahan seperti krom, nikel, mangan, molybdenum, tembaga, kobalt, dan wolfram. Sangat penting bagi insert untuk duduk dengan rapat di dalam counterbore untuk memastikan pemindahan panas yang baik dan untuk mencegah distorsi.

Pemeriksaan Dan Servis Valve Seat Insert

Periksa keretakan atau kekenduran valve seat insert dengan memukul dengan ringan cylinder head pada sekitar insert. Periksa lebar area dudukan. Rata-rata lebar valve seat adalah antara 0,060 dan 0,120 in (1,52 dan 3,04 mm). Jika lebarnya melebihi spesifikasi dan tidak bisa dipersempit dengan menggerinda, insert harus diganti. Jika pemotongan menyebabkan valve head di bawah ukuran spesifikasi, insert juga harus diganti. Hati-hati memeriksa tinggi valve head atau kedalamannya. Jika valve head terlalu tinggi, valve head bisa beradu dengan piston dan dapat menyebabkan kerusakan valve dan piston. Jika valve head terlalu rendah, kebocoran kompresi tidak bisa dihindari. Valve dan/atau valve insert harus diganti. Jika tidak menggunakan insert dan valve seat rusak setelah dipotong, insert harus dipasangkan.

Untuk melepas insert, gunakan sebuah puller seperti Gambar di atas, atau yang sejenis. Jangan menggunakan prybar, punch, atau pahat, karena materialnya dikeraskan dan dapat pecah seperti kaca dan luka serius pada wajah atau mata dapat terjadi. Jika tidak ada valve seat insert puller, berikan sepasang welding bead pada bagian dalam insert.

CATATAN:

Lindungi valve guide dan jangan mengelas cylinder head.

Kemudian, setelah insert dingin, insert dapat dengan mudah dikeluarkan dengan tangan atau plier. Setelah dilepas, periksa counterbore terhadap pembakaran, retak, atau ujung yang kasar. Jika hal ini terjadi, hilangkan. Beberapa pabrik pembuat tidak menyetujui penggantian dengan insert berukuran sama; namun menyarankan untuk memperlebar counterbore untuk memasukkan insert oversize.

Gunakan driver untuk menekan insert dengan ketat ke counterbore. Beberapa pabrik pembuat menyarankan mem-peen insert dengan tool khusus atau punch round-nose untuk menekan logam di sekitar bagian luar tepi chamfer insert.

Valve Seat Grinding Tool

Valve seat grinding tool yang cacat harus diperbaiki dan tool yang aus harus diganti. Sebuah valve seat, yang tidak duduk dengan tepat, dapat menyebabkan hilangnya kompresi, perubahan pembakaran, peningkatan konsumsi fuel, valve yang terbakar, atau kerusakana valve head. Sebuah valve seat harus didudukkan ke sudut yang tepat dan konsentris dengan valve guide. Area dudukan harus halus, dan lebarnya harus sesuai spesifikasi.

Valve seat harus dipotong dengan pengukuran yang tepat. Tool yang dibutuhkan adalah:

  1. sebuah valve seat grinder dan stone dresser
  2. pilot, dengan ukuran diameter yang sama dengan valve stem, untuk memusatkan grinder
  3. dial gauge untuk mengukur konsentritas valve seat
  4. batu gerinda dengan bermacam sudut untuk memotong valve seat ke lebar yang lebih sempit.

Batu gerinda juga harus dengan lebar yang tepat sehingga tidak menyentuh dinding ruang bakar atau memperlebar bahu valve seat. Batu gerinda harus terbuat dari material yang mampu memotong insert atau cylinder head. Valve guiode bukan cuma harus dibersihkan, tetapi juga harus cocok dengan ukuran spesifikasi; atau pilot tidak akan tegak lurus terhadap valve seat. Valve seat dan area sekitarnya harus bersih dari karbon dan oli untuk memastikan efisiensi pemotongan maksimum batu gerinda.

Stone dressing. Setelah memilih batu dengan lebar dan tekstur yang tepat, pasangkan ke drive-nya. Kemudian tempatkan valve seat grinder ke guide pin dari dressing tool. Tarik diamond cutter menjauh dari batu, atur diamond holder ke sudut yang tepat, dan kunci. Hidupkan drive motor dan atur diamond ke batu. Geser diamond melintasi permukaan batu dengan penuh. Jangan melakukan potongan yang terlalu dalam atau menggeser diamond terlalu tinggi dari permukaan batu. Hal tersebut dapat merusak diamond atau menghancurkan batu. Dan akan memberikan hasil yang kasar pada permukaan batu.

Sudut persentuhan. Beberapa pabrik pembuat merekomendasikan pemotongan valve seat 0,5 atau 1,5o lebih besar, untuk mendapatkan garis kontak yang lebih sempit. Sudut tersebut adalah sudut persentuhan (Interference angle). Tujuannya adalah untuk memberikan sebuah leakfree valve seat yang lebih sempit saat engine dihidupkan pertama kali. Seiring dengan bertambah panasnya valve, valve head akan memuai sedemikian rupa dan memperluas bidang kontak seat.

Valve Seat Grinding (Refacing) Sebelummemotong sebauh valve seat, pastikan kebersihan valve guide. Kemudian berikan lapisan tipis oli engine pada pilot dan insert dan tempatkan pada valve guide.

Bersihkan bore valve grinder dan tempatkan grinder pada pilot. Sangga valve seat grinder dan nyalakan drive motor. Sentuhkan batu ke seat dengan perlahan-lahan menggunakan micrometer knob. Hal ini akan memberikan permukaan seat yang halus. Terlalu banyak tekanan pada batu akan menghasilkan seat yang kasar.

Hilangkan permukaan logam secukupnya sampai menghasilkan seat yang tidak berlubang. Dress batu seperlunya.

Sebelum mempersempit seat, ukur konsentritas valve seat menggunakan dial gauge. Setelah gauge terpasang dan dial stem disetel, putar bagian atas tool untuk mengukur konsentritas valve seat. Maksimum runout tidak boleh lebih dari 0,002 in (0,05 mm). Jika melebihi toleransi maksimum yang diijinkan, periksa ulang keausan valve guide, pilot, dan valve seat grinder. Jika toleransi yang berlebihan tersebut bukan karena hal tersebut, valve seat harus dipotong ulang.

Menemukan Bidang Kontak Valve Face Dan Valve Seat

Untuk memeriksa bidang kontak seat, berikan lapisan tipis Prussian blue pada valve seat dan biarkan valve beberapa saat pada dudukannya. Jangan memutar valve. Sebuah garis tipis tidak terputus-putus seharusnya timbul pada valve face. Bidak kontak harus pada ketinggian yang tepat, dan valve seat harus memiliki lebar yang direkomendasikan.

Cara lain untuk memeriksa konsentritas dan kondisi valve seat adalah dengan memberikan tanda dengan pensil pada valve face. Kemudian tempatkan valve pada valve seat dan putar sekitar 10o. Lepaskan valve dan periksa tanda pensilnya. Seat dan konsentritas memuaskan jika semua tanda pensil rusak.

Untuk menemukan bidang kontak seat pada valve face dan pada saat yang sama menguranginya ke lebar yang tepat, potong dengan batu 15o untuk merendahkan seat dan mengurangi lebarnya, atau gunakan batu 60o untuk menaikkan seat dan mengurangi lebarnya.

Mengukur Ketinggian Valve Head

Sebuah langkah penting sebelum memasang valve adalah mengukur dan membandingkan ketinggian valve terhadap permukaan cylinder head menggunakan straightedge dan feeler gauge, atau menggunakan dial indicator. Bandingkan hasil pengukuran dengan spesifikasi pabrik. Jika valve head terlalu tinggi, seat atau valve harus dipotong untuk merendahkannya. Jika valve head terlalu rendah, valve dan/atau insert harus diganti. Langkah terakhir adalah menguji valve seat.

Pengujian Valve Seat

Kebanyakan pabrik pembuat merekomendasikan pengujian kebocoran valve seat sebelum memasang valve. Valve yang bocor dapat menyebabkan kerusakan jika tidak terdeteksi sebelum menghidupkan engine.Cara termudah menguji kebocoran valve seat adalah dengan menempatkan sebuah suction cup pada cylinder head di atas valve dan insert; kemudian tekan bulb sambil memegang suction cup. Jika suction cup melekat pada permukaan cylinder head selama sekitar 15 detik setelah bulb dilepas, berarti valve seat dan insert kedap udara.

Valve Spring, Spring Retainer, dan Keeper

Campuran baja yang digunakan untuk valve spring biasanya termasuk karbon, mangan, fosfor, sulfur, dan silicon. Spring harus tahan terhadap suhu tinggi dan karat dan harus mampu mempertahankan kekuatannya selama langkah menekan dan memuai untuk mengatur daya sekatnya. Valve spring dirancang untuk memastikan kelurusan valve dengan spring retainer dan valve keeper.

Untuk mengendalikan getaran valve atau kibasan valve (valve flutter) pada satu waktu penutupan dan untuk mengurangi keausan valve seat dan valve seat insert, digunakan spring dengan bermacam spasi.

Saat valve lift dan/atau kecepatan engine tinggi, digunakan dua spring untuk memastikan daya yang memadai dan mencegah getaran dan kibasan valve. Gulungannya biasanya melingkar ke arah yang berlawanan untuk mencegah perputaran spring (Gambar (A)).

Sebuah spring retainer yang terbuat dari baja atau campuran besi tuang menstabilkan valve spring dan menguncinya ke valve stem melalui satu set keeper. Valve keeper memiliki alur atau ceruk di bagian dalam yang cocok denganarea yang naik atau alur pada valve stem. Saat dua keeper diletakkan ke valve stem, bagian luarnya membentuk corong dan cocok dengan bentuk valve spring retainer. Terkadang sebuah dudukan valve seat yang lebih rendah digunakan sebagai heat sink dan sebagai washer keausan yang mencegah spring aus ke cylinder head.

Menservis Valve Spring

Bersihkan spring dengan bahan pelarut, dan keringkan dengan udara bertekanan. Lakukan pemeriksaan visual terhadap karat, lubang, atau coil yang patah. Periksa kedua ujung spring; keduanya harus rata dan memiliki permukaan yang halus dan lancip (taper). Ganti spring jika ada salah satu dari kecacatan ini. Periksa ketegaklurusan spring dengan meletakkannya pada sebuah bidang datar.

Letakkan sebuah combination square dekat ke spring dan putar spring perlahan-lahan. Spring harus tetap parallel terhadap tepi siku.

Mengukur Ketinggian dan Kekuatan Spring

Letakkan spring di antara dua landasan valve spring tester dan turunkan landasan atas hingga bersentuhan dengan bagian atas spring. Dari skala alat uji, baca panjang bebas dari spring. Jika di bawah spesifikasi, spring harus diganti.

Tekan spring ke ketinggian tertentu pada alat uji. Catat hasil pembacaan pada dial dalam pound (kilogram). Jika hasilnya kurang dari spesifikasi, spring harus diganti. Nilai variasi gaya rata-rata 5% diperbolehkan.

CATATAN:

Jika total lebih dari 0,030 in (0,76 mm) dibuang dari valve dan valve face karena reface, valve spacer harus digunakan untuk menambah ketinggian spring.

Valve Rotator

Untuk menambah umur pakai valve dan valve seat, exhaust dan/atau intake valve dari beberapa jenis engine dilengkapi dengan rotator positif dan nonpositif. Rotator nonpositif mempunyai Belleville spring (cone spring) di antara dua keeping valve spring retainer-nya, dan sebuah coil spring di atas cone spring-nya. Seiring dengan rocker arm menekan valve turun, gaya pegas valve  secara sesaat dilepaskan dari valve. Hal ini memberikan valve kebebasan sesaat yang memungkinkannya untuk berputar ke posisi yang berbeda.

Rotator positif sama dengan rotator nonpositif kecuali bahwa cone spring digantikan sejumlah bola baja kecil. Bola-bola ini terletak di sebuah jalur landai dan ditahan dengan coil spring kecil. Seiring dengan rocker arm menekan valve turun, cone spring tertekan. Hal ini memaksa bola untuk bergerak di jalur landainya dan valve berputar. Saat gaya rocker arm dihilangkan, gaya cone spring terlepas. Bola kemudian akan dipaksa oleh coil spring untuk kembali ke posisi awalnya.

Menservis Valve Rotator

Tidak mungkin untuk memeriksa fungsi valve rotator set sedang dilepaskan. Alternatif satu-satunya hanya membersihkan secara keseluruhan dan memeriksa secara visual terhadap kerusakan bagian luar. Rotator dapat dengan mudah diperiksa saat engine hidup dengan memberikan tanda pada rotor retainer dan retainer body. Saat valve rotator bekerja, tanda pada retainer harus bergerak menjauh dari tanda spring retainer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: